![]() |
| "SUDUT DIAM" UNTUK MENDISIPLINKAN ANAK |
"SUDUT DIAM" UNTUK MENDISIPLINKAN ANAK
“Aduuhhh…pusing deh! Si Farel ini kalo udah
berulah susah banget dikasih taunya. Dibilangin baik-baik nggak mempan,
dikerasin malah tambah nantang mamanya, dicubit juga nggak ada kapoknya. Saya
jadi bingung ngadepinnya gimana…”
Bunda, apakah Anda pernah mengalami
hal seperti yang dialami oleh Mama Farel? Apa yang Anda lakukan, ketika Anda
harus menghadapi si kecil Anda berperilaku yang tidak semestinya dan ia menjadi
begitu sulit untuk menuruti Anda?
Ya, kebanyakan orangtua atau ibu
pada khususnya, merasa frustrasi dan bingung saat harus menghadapi
situasi yang
demikian. Hati ini berkata tak ingin menggunakan cara-cara keras terhadap anak,
tapi rasa jengkel dan emosi pun tak dapat ditahan bilamana anak-anak benar-benar
telah menjadi “sulit diatur” dan “sulit dikendalikan”.
Nah, ada sebuah metode pendisiplinan
yang rupanya cukup terkenal dan cukup ampuh dalam menghadapi perilaku anak-anak
yang “sulit” seperti itu. Metode itu seringkali disebut sebagai teknik “time
out” atau teknik “sudut diam” atau disebut juga teknik “kursi diam”. Di
negara-negara Barat, khususnya Amerika, metode ini rupanya telah banyak
dipraktikkan oleh pakar pengasuhan dan pendidikan anak, dan berhasil. Jika Anda
pernah menonton acara TV Nanny 911, teknik “time out” ini adalah salah
satu teknik mujarab yang dipraktekkan dalam acara reality show tersebut.
Teknik sudut diam ini dapat
diberlakukan bila putra atau putri Anda berperilaku yang tidak semestinya
(melanggar peraturan Anda, berani membantah, berbuat onar, dsb) dan ia menolak
untuk menuruti Anda, bahkan ia meresponnya dengan menangis, mengamuk, dan
menyerang Anda dan lingkungan sekitarnya. Teknik sudut diam ini dapat mulai
diefektifkan pada anak usia 2 tahun ke atas. Untuk usia di bawah 2 tahun,
tentunya kitalah sebagai orangtua yang harus memahami bahwa anak-anak di usia 2
tahun ke bawah memiliki daya nalar yang masih sangat terbatas, dan tentunya
teknik ini tidak memiliki efek apa-apa karena ia belum dapat mengerti.
Untuk anak balita, teknik sudut diam
ini lebih ditujukan untuk menenangkan emosinya dan mengontrol tantrumnya, serta
sebagai penegasan bahwa Anda tidak menyukai perilakunya dan Anda tidak terimbas
oleh apapun ulah yang diperbuatnya. Penegasan ini juga berlaku untuk memberikan
sinyal bahwa Anda menginginkan cara-cara yang baik darinya untuk menyampaikan
keinginannya.
Kita dapat menggunakan sudut ruangan
yang bersih, kursi kecil seukuran tubuhnya, atau kamar anak sebagai tempat
“sudut diam” ini. Hindarkan metode mengurung anak di kamar mandi atau di gudang
gelap, untuk menghindari hal-hal yang lebih berbahaya. Kamar mandi yang dingin
dan licin, dapat membuat si kecil terpeleset dan terjatuh, tentu kita tidak
ingin membuatnya terjatuh sehingga melukai anggota badannya. Ruangan yang gelap
dan pengap seperti gudang juga cukup berbahaya, karena bisa saja ada
benda-benda tajam yang dapat melukainya atau binatang-binatang seperti tikus,
kalajengking, dsb.
Waktu hukuman untuk sudut diam ini
adalah sekitar 1 menit untuk setiap 1 tahun usia. Misalnya, untuk anak usia 2
tahun hukumannya 2 menit di sudut diam, anak usia 3 tahun hukumannya 3 menit di
sudut diam, dan seterusnya.
Namun, tentu saja, anak-anak
terutama balita akan sangat sulit untuk diam dalam waktu lebih dari dua menit.
Mereka pasti akan menggunakan segala cara untuk dapat “kabur” dan mengalihkan
perhatian Anda. Karena itu, ketika pertama kali hendak menerapkan teknik sudut
diam ini, orangtua sebaiknya tidak langsung menyuruh anak pergi ke sudut diam,
tapi memberikan jeda waktu untuk menunggunya menjadi tenang. Bila dalam waktu
30 detik anak tidak juga tenang dan tidak mau menyampaikan keinginannya dengan
cara yang baik, barulah kita bisa meminta mereka dengan tegas untuk pergi ke
sudut diam.
Nah, ketika sudut diam ini mulai
diberlakukan, teguhkan hati Anda untuk tidak mudah terenyuh dengan cara-cara
apapun yang dibuatnya untuk dapat “kabur” dari hukuman. Bahkan ketika si kecil
memuji-muji Anda, usahakan untuk tetap tenang dan menyuruhnya diam. Barulah
setelah waktu hukuman habis, Anda datang dan memeluknya, serta menjelaskan
padanya mengapa ia harus tetap berdiam di sudut diam itu. Sampaikan pula bahwa
Anda senang jika ia mau menyampaikan keinginannya dengan cara yang baik,
seperti saat ia mencoba merayu Anda.
Bagi sebagian besar balita aktif,
mereka memiliki kecenderungan untuk berani kabur dari sudut diamnya. Kali
pertama, ajak ia kembali ke sudut diamnya, dan berikan peringatan seperti “kalo
mbak Fafa lari lagi sebelum waktunya, Bunda akan kembalikan Shaun ke tante biar
mbak Fafa nggak punya teman”. Peringatan ini intinya adalah pengambilan
sebagian hak-haknya (aktivitas favorit atau benda kesayangan) bila ia bertekad
untuk kabur. Anda dapat memodifikasi teknik sudut diam ini dengan pola asuh
Anda dan tempramen si kecil. Memang, tidak mudah menerapkan metode
pendisiplinan ini untuk anak-anak balita. Kita harus memiliki cadangan energi
dan kesabaran dalam menghadapi mereka.
Namun, jangan khawatir, umumnya
anak-anak dengan usia yang lebih besar akan lebih mudah menurut dan mau mengakui
kesalahannya lebih cepat. Mereka akan lebih mudah setuju untuk menerima hukuman
mereka dan tidak mau berlama-lama karena takut kehilangan waktu bermain yang
lebih banyak lagi.


No comments:
Post a Comment