Menghadapi seorang bayi, orang tua
memang kerap dibuat bingung dan serba salah karena bayi belum bisa
mengungkapkan apa yang dia rasakan atau apa yang dia inginkan dengan bahasa
yang kita pahami. Bayi hanya bisa menangis/ rewel untuk mengekspresikan rasa
lelah, dingin atau panas yang dialami oleh bayi. Umumnya jika bayi menangis dan
popoknya tidak basah, maka Bunda menduga dia lapar atau sekadar manja. Padahal
belum tentu. Bisa jadi dia menangis atau rewel karena kedinginan, kegerahan,
atau lelah. Memang tidak banyak orang tahu tanda dan ciri bayi kedinginan,
kegerahan, atau kecapekan. Akan tetapi, kalau Bunda tahu tanda-tanda tersebut
maka mudah untuk mengetahui mengapa bayi rewel/ selalu menangis.
Kegerahan atau Kepanasan
Bunda sering salah menduga bahwa suhu badannya
meningkat. Dikira sakit tetapi sebenarnya cuma kegerahan. Adapun penyebab bayi
kegerahan atau kepanasan, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan,
seperti kurang ventilasi, cuaca di luar yang sedang terik, ruangan sempit, atau
cahaya yang masuk ke ruangan berlebihan.
Adapun ciri-ciri bayi kegerahan/kepanasan diantaranya:
anak mulai gelisah, sulit anak mulai memerah atau melegam dari sebelumnya,
berkeringat baik di dahi/ kepala/ ketiak, bajunya basah, kulit di bagian lain
tubuhnya jadi kering dan bibirnya juga kering.
Kalau tidak
cepat ditangani, anak bisa mengalami dehidrasi. Langkah-langkah penanggulangannya
adalah:
1.Jauhkan anak dari sumber panas dan dinginkan udara
ruangan. Jika sedang berada di bawah terik matahari, segeralah berteduh dan jika
sedang berada di dalam ruangan tertutup yang kurang ventilasi, misalnya di
dalam mobil yang tak berpendingin udara, ajak anak keluar dari kendaraan.
2.Lepaskan selimut anak/ lepas gedong anak. Karena jika
anak terbiasa dibedong, maka ketika segala sesuatu yang menutupi tubuhnya
dilepas, anak malah menggigil. Jika hal itu benar terjadi, waspadalah.
Kemungkinan suhu yang meningkat itu merupakan demam.
3.Pakaikan baju bayi yang santai untuk iklim tropis,
seperti katun atau bahan-bahan yang menyerap keringat. Gantilah secepat mungkin
ketika basah oleh keringat. Setelah itu, ukur suhunya dengan termometer. Jika
hasilnya menunjukkan angka 36-37,5 derajat Celcius, berarti ia masih normal,
jika lebih dari 37,5 derajat Celcius, kemungkinan anak demam. Jika sampai 39
derajat Celcius berarti dia sudah demam tinggi, apalagi jika sampai 40 derajat
Celsius lebih, bisa jadi dia mengalami hipertermia.
Untuk membedakan gerah dengan sakit, cara praktisnya
adalah dengan meraba badan anak, apakah suhu tubuhnya sama atau lebih tinggi
dari tubuh kita. Tapi cara ini tetap tidak menjamin. Paling tepat, ukur dengan
termometer.
Kecapekan atau Kelelahan
Bunda perlu mengetahui ada bayi yang mengalami
kelelahan. Biasanya ini terjadi bila kualitas tidurnya kurang, terlalu sering
digendong, atau terlalu lama bermain. Pada umumnya dia yang mengalami capek dan
lelah akan tertidur dengan sendirinya. Namun demikian, tanda tersebut bisa
dilihat secara lebih menyeluruh. Ciri bayi kesal/ capek adalah:
1.Rewel. Jika setelah diajak berjalan-jalan dan diberi
ASI tetap rewel, bisa jadi si kecil kecapekan. Tenangkan dia dengan cara
membuatnya nyaman supaya dia bisa tertidur dengan pulas. Mungkin juga dia
mencari tempat tidur.
2.Tatapan matanya sayu, tidak bergairah, atau layu.
Namun gejala ini tidak selalu menjamin bahwa bayi memang kecapekan. Bisa jadi
ia sedang sakit. Karena itulah pahami betul buah hati Bunda secara baik.
Periksa selalu kondisi fisik dan suhu tubuhnya, termasuk fesesnya. Jika Bunda
ragu, cepatlah bawa ke dokter anak. Harus diingat, terlalu sering kecapekan
akan menurunkan daya tahan tubuh yang dapat menjadikan bayi mudah sakit.
Bayi Kedinginan
Ciri-ciri bayi kedinginan untuk bayi yg baru lahir:
1.Bayi
menggigil, walau biasanya tanda ini tak mudah terlihat pada bayi kecil.
2.Kulit bayi terlihat belang-belang merah, campur putih atau timbul bercak-bercak.
3.Si Kecil terlihat apatis atau diam saja.
4.Lebih parah lagi, si kecil menjadi biru yang bisa dilihat pada bibir dan ujung jari-jarinya.
2.Kulit bayi terlihat belang-belang merah, campur putih atau timbul bercak-bercak.
3.Si Kecil terlihat apatis atau diam saja.
4.Lebih parah lagi, si kecil menjadi biru yang bisa dilihat pada bibir dan ujung jari-jarinya.
Jika
hal tersebut tetap dibiarkan, bayi bisa berhenti bernapas. Akibat terparah, si
kecil bila terkena hipotermia, bisa menyebabkan meninggal dunia. Namun, orang
tua tak perlu terlalu merasa khawatir. Biasanya, indikasi pertama sudah bisa
terlihat oleh perawat maupun dokter yang kemudian menanganinya dengan mengambil
tindakan penghangatan atau heatradian (disinar oleh cahaya lampu biasa dan
diselimuti). Dan apabila diperlukan dengan menggunakan kasur penghangat.
Meskipun
begitu, untuk memastikan, sebaiknya bayi langsung diukur suhu badannya dengan
termometer. Kalau angkanya di bawah 35 derajat Celcius, berarti anak terkena
hipotermia, sebab suhu normal bayi adalah 36 – 37,5 derajat Celcius.
Ciri-ciri bayi kedinginan untuk bayi di atas 1
bulan:
Sekalipun
bayi sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya, jika suhu lingkungan begitu
rendah dan tidak membuatnya nyaman, kemungkinan besar si kecil juga mengalami
kedinginan. Ciri-cirinya ada yang bisa dideteksi secara kasatmata, ada juga
yang mati dengan perabaan.
1.
Yang bisa dideteksi secara kasat mata
Kondisi bayi tak jauh berbeda dari bayi baru lahir yang kedinginan. Cirinya:
– Ia cenderung diam saja.
– Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau bercak-bercak.
– Anak menjadi biru dengan ciri bibir dan ujung jari-jarinya membiru. Jika dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas. Puncaknya, anak bisa mengalami hipotermia. Jika tidak segera ditangani, bisa menjadi kematian. Hanya saja kalau bayi neonatus akan lebih cepat birunya. Sementara pada bayi yang lebih besar akan agak lama perubahannya.
2. Yang bisa dideteksi dengan perabaanKondisi bayi tak jauh berbeda dari bayi baru lahir yang kedinginan. Cirinya:
– Ia cenderung diam saja.
– Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau bercak-bercak.
– Anak menjadi biru dengan ciri bibir dan ujung jari-jarinya membiru. Jika dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas. Puncaknya, anak bisa mengalami hipotermia. Jika tidak segera ditangani, bisa menjadi kematian. Hanya saja kalau bayi neonatus akan lebih cepat birunya. Sementara pada bayi yang lebih besar akan agak lama perubahannya.
– Tangan dan telapak tangannya terasa dingin begitu juga dengan telapak kakinya.
– Tubuhnya lebih dingin dari tubuh kita. Untuk memastikannya, periksalah dengan term ometer yang dipasang di anus.
Atasi kedinginan ini dengan memberinya selimut. Hangatkan pula suhu lingkungan atau ruangan dimana bayi berada. Bisa dengan mematikan AC atau menghangatkan tubuh anak dengan lampu 60 watt yang ditempatkan di atas tempat tidurnya. Jaraknya kurang lebih 1,5 meter dari tubuh anak.
Peluklah anak dengan kasih sayang, inilah cara yang terbaik. Hanya saja, saat tidur lebih baik anak dihangatkan dengan lampu. Jauh lebih baik lagi jika kasur anak pun menggunakan penghangat. Jika suhu
tubuhnya tak kunjung normal, segeralah bawa si keci ke dokter terdekat.
Dari ciri dan tanda yang disebutkan diatas, mungkin sekarang Anda sudah mampu mengenali penyebab bayi rewel dan dapat melakukan penanganan untuk bayi yang mengalami kelelahan, kedinginan atau kepanasan. Bayi yang selalu menangis dan rewel belum tentu diakibatkan karena lapar atau manja, mungkin itu dikarenakan si bayi merasa panas, dingin atau lelah.

No comments:
Post a Comment