PERMAINAN TRADISIONAL
Tidak
bisa dipungkiri, kemajuan zaman telah membuat permainan tradisional sudah mulai
dilupakan. Tak banyak lagi kita temukan anak-anak yang berkumpul untuk
memainkan permainan tradisional. Anak-anak lebih memilih jenis permainan modern
yang bersifat instant dan digital. Games online adalah salah satu contohnya.
Ditambah lagi koleksi gadget yang dijual di pasaran dengan aneka permainan dan
penggunaanya yang praktis, membuat anak-anak semakin menyukainya.
Mungkin
karena sifatnya tradisional, anak-anak mulai enggan untuk memainkannya.
Dianggap kuno dan tidak menarik untuk dimainkan oleh anak-anak yang hidup di
perkotaan. Padahal, permainan tradisional tidak kalah serunya untuk dimainkan
bersama-sama teman sebaya. Terlebih lagi aneka permainan tradisional yang sudah
mulai dilupakan itu nyatanya memiliki banyak manfaat dan mengandung nilai-nilai
positif yang
baik bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, jenis permainan
tradisional termasuk jenis permainan yang hemat atau tidak membutuhkan banyak
biaya bila dibandingkan dengan jenis mainan modern yang cenderung mahal
harganya.
Ada
banyak jenis permainan tradisional anak Indonesia yang lambat laun sudah jarang
dimainkan. Jenis-jenis permainan tradisional tersebut memiliki manfaat
masing-masing untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Untuk
lebih mengingatkan dan membangkitkan kembali kecintaan kita terhadap jenis
permaianan tradisional, berikut informasitips.com ulas beberapa permainan
tradisional anak Indonesia beserta manfaatnya untuk tumbuh kembang anak:
1.
Congklak
Congklak adalah jenis permainan tradisional yang menggunakan papan lengkung
berbentuk sampan. Papan congklak terbuat dari kayu, adapula yang terbuat dari
plastik. Ukuran panjang papan bervariatif. Tiap papan congklak terdapat 16
lubang yang terdiri dari 14 lubang kecil dan 2 lubang besar. 14 lubang kecil
bersusun berbanjar . Masing-masing banjarnya terdapat 7 lubang yang saling
berhadapan. 2 lubang besar terdapat pada ujung kiri dan kanan papan congklak. Permainan
ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang. Masing-masing mempunyai satu kuasa
atas satu banjar (7 lubang kecil) dan satu lubang besar. Tiap-tiap lubang kecil
diisi dengan biji congklak. Biji congklak biasanya menggunakan cangkang kerang,
biji-bijian, dan terkadang bisa juga menggunakan kerikil-kerikil kecil.
![]() |
| permainan tradisional, congklak, dakon |
Masing-masing lubang kecil diisi
dengan 7 buah biji congklak. Bila dihitung keseluruhannya, biji congklak akan
berjumlah 98. Semantara, 2 lubang besar dibiarkan kosong hingga nantinya terisi
biji congklak yang telah dijalankan saat permainan berlangsung.
Cara memainkannya, salah satu pemain
menjalankan biji congklak dari banjar miliknya. Ia bebas memilih mau memulai
dari lubang kecil yang mana terlebih dahulu asalkan tetap diambil dari lubang
banjar miliknya. Biji congklak dijankan mengisi tiap lubang termasuk lubang
besar hingga akhirnya terhenti pada lubang yang kosong. Bila terhenti pada
lubang kosong yang di depannya adalah lubang kecil berisi biji congklak milik
lawan, maka seluruh biji congklak yang berada di hadapan lubang kecil kosong
tersebut berhak diambil alih. Begitu seterusnya hingga masing-masing lubang
kecil pada masing-masing banjar habis. Penentuan pemenang dihitung dari jumlah
biji congkalak yang terkumpul di lubang besar. Yang paling banyak akan
dinyatakan sebagai pemenang.
Manfaatnya
Permainan tradisional congklak akan melatih otak kiri anak untuk berpikir. Permainan congklak melatih strategi mengumpulkan angka terbanyak agar bisa mengalahkan lawan. Sepertinya sederhana, namun ketika dimainkan, otak kiri anak akan aktif dengan perhitungan numerik.
Permainan tradisional congklak akan melatih otak kiri anak untuk berpikir. Permainan congklak melatih strategi mengumpulkan angka terbanyak agar bisa mengalahkan lawan. Sepertinya sederhana, namun ketika dimainkan, otak kiri anak akan aktif dengan perhitungan numerik.
2.
Engklek
Engklek adalah sejenis permainan tradisional yang banyak dimainkan oleh anak
perempuan. Meskipun kadangkala anak pria ikut juga memainkannya. Permainan ini
dilakukan dengan cara membuat pola permainan pada tanah. Polanya beragam dengan
bentuk aneka kotak-kotak. Tidak ada jumlah yang pasti untuk menentukan jumlah
pemain. Namun minimal dimainkan oleh dua orang anak. Setiap pemain harus
memiliki satu buah batu datar yang disebut dengan ucak. Batu datar yang
digunakan beragam, bisa batu-batu bisa pula batu sisa-sisa pecahan lantai
keramik. Masing-masing ucak diletakkan pada kotak yang ditentukan sebagai titik
henti pertama (start).
![]() |
| permainan tradisional, engklek, gedrek, gedrik |
Yang memulai pertama kali akan
melemparkan ucak pada kotak secara berurutan. Lalu, setelah ucak dilempar pada
satu kotak, pemain akan melompat pada kotak-kotak kosong lainnya dengan satu
kaki. Pemain tidak boleh melompati kotak yang terisi ucak dan tidak boleh
menyentuh garis-garis pada pola kotak. Permainan akan berakhir bila salah satu
pemain dan ucak telah melewati seluruh kotak pada pola. Yang lebih dulu bisa
melewati seluruh kotak dinyatakan sebagai pemenang.
Manfaatnya
Permainan englek sangat bagus untuk gerak fisik anak. Permainan ini mendukung pertumbuhan anak terutama kecerdasan kinetiknya. Anak yang melompat dengan satu kaki pada permainan engklek akan berusaha menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki. Lompatan yang dilakakukan baik bagi proses metabolism tubuh anak dan juga dapat membantu untuk membakar kalori tubuhnya.
Permainan englek sangat bagus untuk gerak fisik anak. Permainan ini mendukung pertumbuhan anak terutama kecerdasan kinetiknya. Anak yang melompat dengan satu kaki pada permainan engklek akan berusaha menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki. Lompatan yang dilakakukan baik bagi proses metabolism tubuh anak dan juga dapat membantu untuk membakar kalori tubuhnya.
3.
Petak Umpet
Siapa yang tidak tahu permainan petak umpet. Tidak hanya Indonesia yang
memainkan permainan ini. Tapi banyak negara yang juga memainkan permainan yang
serupa meski dengan nama yang berbeda. Permainan ini minimal dimainkan oleh 2
anak, namun semakin banyak yang ikut bermain tentu akan semakin seru.
![]() |
| permainan tradisional, petak umpet, pet pet |
Permainan diawali dengan menentukan
gawang jaga. Salah satu dari pemain diminta menutup mata dan menghitung 1-10.
Saat ia menghitung 1 sampai 10, pemain yang lain berlari dan bersembunyi.
Setelah hitungan selesai, penjaga gawang akan membuka mata dan mencari lawan
bermainnya yang bersembunyi. Bila ia menemukannya, maka lawan dianggap kalah
dan berganti menjaga gawang. Tapi bila si penjaga gawang menyerah dan tidak
menemukan lawannya yang bersembunyi, maka si penjaga gawang dianggap kalah dan
harus menjaga gawang lagi untuk memulai permainan kembali.
Manfaatnya
Permainan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk melatih motorik anak. Membuat anak menjadi aktif bergerak dan juga aktif berpikir. Saat bermain, anak diharuskan mencari tempat persembunyian lawannya, itu berarti dapat mengasah daya pikir anak dan juga memupuk keinginan serta kegigihan anak untuk terus mencari tahu. Bagi anak yang diharuskan bersembunyai, permainan ini selain bermanfaat bagi motoriknya, juga merangsang daya pikir anak untuk mencari tempat persembunyian yang aman untuk dirinya. Manfaat permainan ini lebih menitikberatkan untuk melatih insting atau firasat anak. Pada saat anak tumbuh dewasa, insting sangat dibutuhkan untuk mengatur strategi kesuksesan menghadapi tantangan dalam dunia kerja.
Permainan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk melatih motorik anak. Membuat anak menjadi aktif bergerak dan juga aktif berpikir. Saat bermain, anak diharuskan mencari tempat persembunyian lawannya, itu berarti dapat mengasah daya pikir anak dan juga memupuk keinginan serta kegigihan anak untuk terus mencari tahu. Bagi anak yang diharuskan bersembunyai, permainan ini selain bermanfaat bagi motoriknya, juga merangsang daya pikir anak untuk mencari tempat persembunyian yang aman untuk dirinya. Manfaat permainan ini lebih menitikberatkan untuk melatih insting atau firasat anak. Pada saat anak tumbuh dewasa, insting sangat dibutuhkan untuk mengatur strategi kesuksesan menghadapi tantangan dalam dunia kerja.
4.
Galah asin (cakbur)
Permainan galah asin atau cakbur adalah permainan tradisional yang terdiri dari
tim. Masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang. Semakin banyak jumlah anak dalam
tim, semakin seru permainan ini dilakukuan. Masing-masing tim memiliki satu
orang komando. Cara bermainnya adalah membuat garis sesuai jumlah anak dalam
tim. Bila satu tim terdiri atas 5 orang, maka garispun harus dibuat sebanyak 5
pula. Masing-masing garis dijaga oleh satu orang anak. Komando akan berdiri
pada garis pertama lalu disusul oleh anak-anaknya pada garis-garis lainnya. Tim
lawan harus melewati tiap garis yang dijaga ketat. Tubuh anak dalam tim lawan
tidak boleh tersentuh oleh tim penjaga garis.
![]() |
| permainan tradisional, petil lele,galah asin, cakbur |
Bila tubuh salah satu anak tersentuh
lawan, maka anggota dianggap gugur. Sisanya harus meneruskan permainan. Bila
telah berhasil melewati seluruh gari yang dijaga tanpa tersentuh dan kemudian
berbalik pada garis pertama, maka permainan dianggap selesai dan tim lawan
dinyatakan menang. Bila anggota tim lawan tidak berhasil melewati seluruh
garis, maka permainan pun usai namun dinyatakan tim lawan kalah.
Manfaatnya
Galah asin atau cakbur memiliki manfaat yang sangat baik untuk kecerdasan emosional anak. Di permainan ini, anak-anak akan berlatih menjadi seorang pemimpin yang memberi pengaruh pada anggota-anggotanya. Instruksi yang diberikannya adalah strategi yang ia buat untuk membawa timnya pada kemenangan. Pola kerjasama juga terlatih untuk permainan ini. Bila kerjasama antara komando dan anggota tidak terjalin baik, maka kemenangan akan sulit diraih.
Galah asin atau cakbur memiliki manfaat yang sangat baik untuk kecerdasan emosional anak. Di permainan ini, anak-anak akan berlatih menjadi seorang pemimpin yang memberi pengaruh pada anggota-anggotanya. Instruksi yang diberikannya adalah strategi yang ia buat untuk membawa timnya pada kemenangan. Pola kerjasama juga terlatih untuk permainan ini. Bila kerjasama antara komando dan anggota tidak terjalin baik, maka kemenangan akan sulit diraih.
5.
Gebok
Gebok adalah salah satu permainan tradisional yang sangat seru untuk dimainkan.
Sebelum kemajuan teknologi berkembang pesat, permainan gebok selalu menjadi
idola anak-anak. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun anak
perempuan. Proses permainan ini dimulai dengan membagi kelompok menjadi dua
bagian. Masing-masing kelompok atau tim terdiri atas 5-7 anggota. Sebenarnya
tidak ada petunjuk pasti mengenai jumlah pemain. Namun seringnya permainan ini
dimainkan oleh 5-7 anggota pada masing-masing timnya.
![]() |
| permainan tradisional, gebok, boi boian |
Permainan dilakukan dengan
menggunakan bola tenis. Bola digunakan untuk menghancurkan susunan batu yang
disusun sebelum permainan dimulai. Dua belah tim harus “suit” terlebih dahulu
untuk mennetukan tim mana yang menjadi penjaga batu dan tim mana yang menjadi
pelempar bola.Tim yang kalah suit diharuskan menjaga susunan batu. Lalu tim
lawan melempar susunan batu hingga batu rubuh. Begitu batu rubuh, tim penjaga
batu akan menangkap bola lalu diharuskan menggebok atau melempar tubuh seluruh
anggota lawannya dengan bola. Bila tim lawan berhasil menyusun batu kembali
tanpa terkena gebokan bola maka tim tersebut dinyatakan menang. Tim dinyatakan
kalah bila seluruh anggota tim terkena gebokan bola sementara batu belum
tersusun kembali.
Manfaatnya
Selain bermanfaat untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan perkembangan kinestetik anak, permainan ini juga dapat melatih sportivitas anak. Nilai sportivitas yang sudah ditanamkan dalam diri anak sejak dini tentulah akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya nanti.
Selain bermanfaat untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan perkembangan kinestetik anak, permainan ini juga dapat melatih sportivitas anak. Nilai sportivitas yang sudah ditanamkan dalam diri anak sejak dini tentulah akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya nanti.
6.
Balap karung
Nah, meskipun sesekali permainan tradisional ini masih sering kita saksikan
ketika acara perayaan 17 Agustus. Balap karung sejenis permainan yang sering
dijadikan perlombaan. Teknis permainannya adalah seorang anak akan memasukkan
kaki hingga batas perutnya ke dalam karung. Lalu dengan kaki yang terbungkus
karung, anak diminta berlari atau melompat seperti pocong hingga mencapai garis
finish. Yang tercepat mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenang.
![]() |
| permainan tradisional, balap karung |
Manfaatnya
Karena sifatnya berlari dan melompat maka permainan ini akan memberi manfaat untuk perkembangan kinestetik anak dalam pergerakannya. Semakin ia lincah, semakin mudah ia memenangkan permainan ini. Permainan ini juga mampu mengasah ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasi otot-otot tubuh dan kaki anak, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat untuk berkompetisi dalam suasana yang riang dan menyenangkan sesuai dunia anak.
Karena sifatnya berlari dan melompat maka permainan ini akan memberi manfaat untuk perkembangan kinestetik anak dalam pergerakannya. Semakin ia lincah, semakin mudah ia memenangkan permainan ini. Permainan ini juga mampu mengasah ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasi otot-otot tubuh dan kaki anak, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat untuk berkompetisi dalam suasana yang riang dan menyenangkan sesuai dunia anak.
7.
Terompa panjang
Terompa panjang adalah sejenis permainan yang menggunakan sandal kayu yang
sengaja dibuat memanjang. Terompa atau sandal panjangl tersebut bisa digunakan
oleh 5-10 orang anak sekaligus. Terompa baru bisa dijalankan apabila semua anak
yang menggunakannya serentak melangkahkan kakinya bersamaan.
![]() |
| permainan tradisional, terompah panjang, bakiak |
Manfaatnya
Manfaat permaian ini adalah untuk melatih kemampuan berpikir anak dalam menerima instruksi, bekerjasama dan menjaga kekompakan. Karena permainan ini terbuat dari bahan alam yaitu kayu, maka permainan ini bisa mengembangkan kecerdasan natural anak sehingga anak akan menyatu dengan alam.
Manfaat permaian ini adalah untuk melatih kemampuan berpikir anak dalam menerima instruksi, bekerjasama dan menjaga kekompakan. Karena permainan ini terbuat dari bahan alam yaitu kayu, maka permainan ini bisa mengembangkan kecerdasan natural anak sehingga anak akan menyatu dengan alam.
8.
Benteng
Permainan ini dimainkan oleh 4-8 orang anak yang dibagi dalam dua tim.
Sebelumnya harus ditentukan satu benteng yang berupa pilar atau tiang. Dua tim
saling menyerang dengan bantuan lemparan bola. Tim yang tidak pernah terkena
lemparan bola dan berhasil menyentuh badan benteng maka tim itulah yang
dijadikan pemenang.
![]() |
| permainan tradisional, benteng |
Manfaatnya
Permainan ini sangat mengandalkan gerak tubuh yang lincah. Memainkan permainan ini sama halnya dengan berolahraga yang baik untuk kesehatan tubuh anak.
Permainan ini sangat mengandalkan gerak tubuh yang lincah. Memainkan permainan ini sama halnya dengan berolahraga yang baik untuk kesehatan tubuh anak.
9.
Layang-Layang
Permainan ini dilakukan dengan cara menerbangkan layang-layang. Pemian akan
saling berpacu menerbangkan layang-layangnya di udara. Layang-layang siapa yang
terbang paling tinggi dan bertahan lama di udara akan dijadikan pemenang.
![]() |
| permainan tradisional, layangan, layang-layang |
Manfaatnya
Manfaat permainan ini untuk melaih kesabaran anak. Menerbangkan layang-layang bukan suatu hal yang mudah. Anak harus dituntut sabar mencari arah angin yang tepat untuk menerbangkan laying-layangnya dan menggerak-gerakkan tali layang-layang dengan gerakan yang tepat agar tali layang-layang tidak terputus.
Manfaat permainan ini untuk melaih kesabaran anak. Menerbangkan layang-layang bukan suatu hal yang mudah. Anak harus dituntut sabar mencari arah angin yang tepat untuk menerbangkan laying-layangnya dan menggerak-gerakkan tali layang-layang dengan gerakan yang tepat agar tali layang-layang tidak terputus.
Itulah
beberapa jenis permainan tradisional anak di Indonesia beserta manfaatnya.
Meskipun sudah jarang dimainkan, namun sebaiknya permainan-permainan tersebut
tetap diperkenalkan kepada anak-anak.
Tak
salah bila anak memainkan berbagai permainan modern yang canggih dan sifatnya
edukatif, tapi bila juga dikombinasikan dengan jenis permainan tradisional
tentu akan memberikan manfaat yang lebih banyak lagi bagi tumbuh kembang anak.










No comments:
Post a Comment