Kreatifitas adalah
suatu kemampuan seseorang dalam menghasilkan sesuatu yang baru yang belum
pernah di hasilkan orang lain yang merupakan proses interaksi manusia dengan
lingkungan dalam pemecahan masalah.
![]() |
| Cara mengembangkan kreativitas anak |
Kreativitas
dibutuhkan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Kreativitas harus dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang
tidak menyadari bahwa sikap orangtua yang otoriter (diktator) terhadap anak
akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa
hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas.
Bagaimana cara mengembangkan
kreativitas anak?
Kreativitas
anak akan berkembang jika orang tua selalu bersikap otoritatif (demokratik),
yaitu: mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak
untuk berani mengungkapkannya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin
mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan pada anak bahwa pendapat orang tua
paling benar, atau melecehkan pendapat anak
Orangtua
harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan,
melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri (asalkan tidak membahayakan
atau merugikan orang lain atau diri sendiri). Jangan mengancam atau menghukum
anak jika pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orang tua. Anak
tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Oleh karena itu
tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan
untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berpikir,
jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya
sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan
pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu.
Selain
itu orang tua harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesuatu,
menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil
yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu
unsur penting pengembangan kreativitas anak.
Orang
tua harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang
berbagai benda atau kejadian di sekeliling kita, yang mereka dengar, lihat,
rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua harus
menjawab dengan cara menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berpikir
lebih dalam, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan
menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak
membahayakan dirinya atau orang lain.
Orang
tua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung,
berfikir dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka
bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang
tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka
menggambar sepeda dengan roda segi empat, langit berwarna merah, daun berwarna
biru. Jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi anak.
Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan atau pujian untuk mencoba
suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.
Semua
hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan yang penting
untuk kreativitas anak yaitu: berfikir divergen (meluas), intuitif (berdasarkan
intuisi), abstrak, bebas, simultan.


No comments:
Post a Comment