Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada
amandel atau tonsil. Kondisi yang dinamakan juga dengan tonsilitis ini sebagian
besar dialami oleh anak-anak. Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil
yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah
infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring
dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan
perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika
peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian
berangsur-angsur menyusut.
Anak-anak usia prasekolah hingga yang berusia
pertengahan remaja lebih berisiko terkena tonsilitis. Karena pada kisaran usia
tersebut, interaksi dengan kawan-kawan sebaya sangat tinggi sehingga peluang
virus atau bakteri untuk menular sangat tinggi juga. Tonsilitis yang disebabkan
oleh bakteri paling sering dialami anak berusia 5-15 tahun, sementara yang
disebabkan oleh virus jarang dialami oleh anak yang lebih
muda usianya. Walau
demikian, penyakit ini jarang timbul pada anak yang berusia di bawah dua tahun.
Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya
adalah virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri. Mereka yang menderita
tonsilitis akan mengalami sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan saat menelan,
sakit telinga, dan batuk. Gejala biasanya akan pulih dalam tiga hingga empat
hari. Meski sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong serius, namun tetap
disarankan untuk menemui dokter jika Ayah dan bunda atau anak Ayah dan bunda
mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari dan tidak menunjukkan tayah
dan bunda-tayah dan bunda pemulihan atau gejala menjadi makin parah yang
membuat Ayah dan bunda sama sekali tidak bisa makan atau bahkan kesulitan
bernapas.
Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri,
biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian
tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar amandel, dan/atau demam.
Sedangkan jika radang amandel disebabkan oleh infeksi virus, gejala-gejala yang
muncul dinilai lebih ringan dari infeksi bakteri dan sering disertai gejala
batuk dan pilek. Dan tes lebih lanjut di
laboratorium, seperti tes darah, biasanya diperlukan dokter untuk memastikan
apakah anak juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar.
Pengobatan dan pencegahan radang
amandel
Sebagian besar kasus tonsilitis akan sembuh dalam waktu
satu minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani tonsilitis. Obat biasanya
diberikan untuk meringankan gejala, misalnya ibuprofen atau parasetamol sebagai
pereda rasa sakit. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik
bisa digunakan. Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat
yang cukup dan minum banyak cairan.
Pada kasus tonsilitis yang tergolong parah dan kerap kambuh, biasanya
dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal
tersebut.
Tonsilitis dapat dicegah penyebarannya dengan selalu
mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk
menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek, dan memakai masker saat berada
di tempat umum. Gejala radang amandel atau tonsilitis biasanya akan pulih dalam
waktu 3-4 hari. Pada kasus tonsilitis yang diakibatkan oleh infeksi virus, seperti
virus pilek atau flu, gejala yang muncul pada umumnya dinilai lebih ringan
daripada tonsilitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti infeksi
streptococcal. Kenalilah gejala tonsilitis pada anak-anak, meski mereka tidak
dapat menggambarkan rasa sakit yang mereka derita. Ayah dan bunda dapat
mencurigai anak terkena tonsilitis jika dia:
-
Rewel
-
Menolak makan
-
Terus-menerus mengeluarkan air liur akibat
kesulitan atau sakit saat menelan
Meskipun bisa disebabkan oleh bakteri, sebagian besar kasus radang
amandel atau tonsilitis disebabkan oleh virus. Penularan bakteri atau virus
tersebut bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita radang amandel. Bakteri
penyebab tonsilitis umumnya berasal dari kelompok streptococcus. Sedangkan
virus penyebab radang amandel di antaranya adalah:
-
Parainfluenza. Ini merupakan virus penyebab
penyakit pernapasan pada anak dan radang kotak suara (faringitis).
-
Influenza, virus penyebab flu.
-
Rhinovirus, virus penyebab pilek.
-
Rubeola, virus penyebab campak
-
Adenovirus, virus penyebab diare.
-
Enterovirus, virus penyebab penyakit mulut,
kaki, dan tangan.
-
Epstein-Barr, virus penyebab demam kelenjar
Dalam mendiagnosis tonsilitis, dokter akan memulai
dengan pemeriksaan tenggorokan, sekaligus mengajukan pertanyaan perihal
gejala-gejala yang anak rasakan. Jika anak masih dibawah usia 5 tahun ayah atau
bunda yang akan diberi pertanyaan oleh dokter mengenai sakit si kecil. Jika
diagnosis secara lebih rinci diperlukan, misalnya untuk menentukan apakah
tonsilitis yang dialami anak disebabkan oleh virus atau bakteri, maka bisa
dilakukan penelitian sampel apusan tenggorokan dan darah di laboratorium. Tes
lebih lanjut di laboratorium juga bisa
dilakukan untuk memastikan apakah anak juga menderita kondisi lain, contohnya
demam kelenjar. Sebagian besar kasus tonsilitis akan sembuh dalam waktu satu
minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani kondisi ini. Ayah dan bunda dapat
meredakan gejala penyakit ini di rumah, misalnya nyeri tenggorokan, menggunakan
obat pereda rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen, parasetamol, atau
aspirin. Namun aspirin sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak yang masih
berusia di bawah 16 tahun.
Pastikan Ayah dan bunda membaca petunjuk mengenai dosis
dan cara penggunaan obat yang tertera pada kemasan. Atau jika ragu, Ayah dan
bunda bisa bertanya pada dokter. Pemakaian obat secara tepat dinilai penting
agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan sekaligus mencegah
overdosis. Untuk mendukung pemulihan, pastikan Ayah dan bunda atau anak
beristirahat dengan cukup dan tetap perhatikan asupan makanan bergizi dan minum
agar tidak mengalami dehidrasi, meski pada saat itu tenggorokan terasa sakit.
Kekurangan cairan dapat membuat gejala lain seperti sakit kepala memburuk dan
menyebabkan dehidrasi.
Pengobatan antibiotik pada kondisi ringan dikhawatirkan
dapat memicu kekebalan bakteri terhadap antibiotik, sehingga tubuh nantinya tidak
akan mampu melawan infeksi bakteri yang tergolong serius. Pada sebagian kasus,
antibiotik bahkan tidak mempercepat proses penyembuhan, melainkan menyebabkan
efek samping mual dan sakit perut. Antibiotik akan diberikan dokter jika gejala
radang amandel dinilai sudah parah dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pengobatan dengan antibiotik juga bisa diberikan jika sistem kekebalan tubuh
anak sedang lemah lemah. Jika antibiotik oral tidak mempan, dokter biasanya
akan memberikan antibiotik melalui infus di rumah sakit sesuai dengan jenis
antibiotik yang cocok dengan anak.
Sebelum semakin parah memang sebaiknya ayah dan bunda
segera menanganinya. Jika dirasa belum juga sembuh, bisa membawa anak pergi ke
dokter agar dapat segera didiagnosis apakah anak mengalami radang amandel atau
tidak. Semakin cepat memberikan tindakan, semakin cepat anak akan sembuh.
Peringatan pula bagi kita selaku orang tua untuk selalu menjaga kebersihan
lingkungan dan lebih baik tidak mengajak anak disaat ayah/ bunda sedang sakit atau
menjenguk orang sakit. Karena akan berdampak pada kesehatan anak jika daya
tahan tubuh anak sedang rendah.

No comments:
Post a Comment