MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Friday, March 10, 2017

Radang Amandel Yang Terjadi Pada Anak

Radang amandel adalah peradangan yang terjadi pada amandel atau tonsil. Kondisi yang dinamakan juga dengan tonsilitis ini sebagian besar dialami oleh anak-anak. Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring  dengan perkembangan umur, sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai tergantikan. Ketika peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur menyusut.
Anak-anak usia prasekolah hingga yang berusia pertengahan remaja lebih berisiko terkena tonsilitis. Karena pada kisaran usia tersebut, interaksi dengan kawan-kawan sebaya sangat tinggi sehingga peluang virus atau bakteri untuk menular sangat tinggi juga. Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling sering dialami anak berusia 5-15 tahun, sementara yang disebabkan oleh virus jarang dialami oleh anak yang lebih
muda usianya. Walau demikian, penyakit ini jarang timbul pada anak yang berusia di bawah dua tahun.
Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri. Mereka yang menderita tonsilitis akan mengalami sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan saat menelan, sakit telinga, dan batuk. Gejala biasanya akan pulih dalam tiga hingga empat hari. Meski sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong serius, namun tetap disarankan untuk menemui dokter jika Ayah dan bunda atau anak Ayah dan bunda mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari dan tidak menunjukkan tayah dan bunda-tayah dan bunda pemulihan atau gejala menjadi makin parah yang membuat Ayah dan bunda sama sekali tidak bisa makan atau bahkan kesulitan bernapas.
Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar amandel, dan/atau demam. Sedangkan jika radang amandel disebabkan oleh infeksi virus, gejala-gejala yang muncul dinilai lebih ringan dari infeksi bakteri dan sering disertai gejala batuk dan pilek. Dan tes lebih lanjut  di laboratorium, seperti tes darah, biasanya diperlukan dokter untuk memastikan apakah anak juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar.

Pengobatan dan pencegahan radang amandel
Sebagian besar kasus tonsilitis akan sembuh dalam waktu satu minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani tonsilitis. Obat biasanya diberikan untuk meringankan gejala, misalnya ibuprofen atau parasetamol sebagai pereda rasa sakit. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik bisa digunakan. Selain dengan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan istirahat yang cukup dan minum banyak cairan.
Pada kasus tonsilitis yang tergolong parah dan kerap kambuh, biasanya dokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut.
Tonsilitis dapat dicegah penyebarannya dengan selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek, dan memakai masker saat berada di tempat umum. Gejala radang amandel atau tonsilitis biasanya akan pulih dalam waktu 3-4 hari. Pada kasus tonsilitis yang diakibatkan oleh infeksi virus, seperti virus pilek atau flu, gejala yang muncul pada umumnya dinilai lebih ringan daripada tonsilitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti infeksi streptococcal. Kenalilah gejala tonsilitis pada anak-anak, meski mereka tidak dapat menggambarkan rasa sakit yang mereka derita. Ayah dan bunda dapat mencurigai anak terkena tonsilitis jika dia:
-       Rewel
-       Menolak makan
-       Terus-menerus mengeluarkan air liur akibat kesulitan atau sakit saat menelan
Meskipun bisa disebabkan oleh bakteri, sebagian besar kasus radang amandel atau tonsilitis disebabkan oleh virus. Penularan bakteri atau virus tersebut bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita radang amandel. Bakteri penyebab tonsilitis umumnya berasal dari kelompok streptococcus. Sedangkan virus penyebab radang amandel di antaranya adalah:
-       Parainfluenza. Ini merupakan virus penyebab penyakit pernapasan pada anak dan radang kotak suara (faringitis).
-       Influenza, virus penyebab flu.
-       Rhinovirus, virus penyebab pilek.
-       Rubeola, virus penyebab campak
-       Adenovirus, virus penyebab diare.
-       Enterovirus, virus penyebab penyakit mulut, kaki, dan tangan.
-       Epstein-Barr, virus penyebab demam kelenjar

Dalam mendiagnosis tonsilitis, dokter akan memulai dengan pemeriksaan tenggorokan, sekaligus mengajukan pertanyaan perihal gejala-gejala yang anak rasakan. Jika anak masih dibawah usia 5 tahun ayah atau bunda yang akan diberi pertanyaan oleh dokter mengenai sakit si kecil. Jika diagnosis secara lebih rinci diperlukan, misalnya untuk menentukan apakah tonsilitis yang dialami anak disebabkan oleh virus atau bakteri, maka bisa dilakukan penelitian sampel apusan tenggorokan dan darah di laboratorium. Tes lebih lanjut  di laboratorium juga bisa dilakukan untuk memastikan apakah anak juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar. Sebagian besar kasus tonsilitis akan sembuh dalam waktu satu minggu. Tidak ada obat khusus untuk menangani kondisi ini. Ayah dan bunda dapat meredakan gejala penyakit ini di rumah, misalnya nyeri tenggorokan, menggunakan obat pereda rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen, parasetamol, atau aspirin. Namun aspirin sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak yang masih berusia di bawah 16 tahun.
Pastikan Ayah dan bunda membaca petunjuk mengenai dosis dan cara penggunaan obat yang tertera pada kemasan. Atau jika ragu, Ayah dan bunda bisa bertanya pada dokter. Pemakaian obat secara tepat dinilai penting agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan sekaligus mencegah overdosis. Untuk mendukung pemulihan, pastikan Ayah dan bunda atau anak beristirahat dengan cukup dan tetap perhatikan asupan makanan bergizi dan minum agar tidak mengalami dehidrasi, meski pada saat itu tenggorokan terasa sakit. Kekurangan cairan dapat membuat gejala lain seperti sakit kepala memburuk dan menyebabkan dehidrasi.

Pengobatan antibiotik pada kondisi ringan dikhawatirkan dapat memicu kekebalan bakteri terhadap antibiotik, sehingga tubuh nantinya tidak akan mampu melawan infeksi bakteri yang tergolong serius. Pada sebagian kasus, antibiotik bahkan tidak mempercepat proses penyembuhan, melainkan menyebabkan efek samping mual dan sakit perut. Antibiotik akan diberikan dokter jika gejala radang amandel dinilai sudah parah dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pengobatan dengan antibiotik juga bisa diberikan jika sistem kekebalan tubuh anak sedang lemah lemah. Jika antibiotik oral tidak mempan, dokter biasanya akan memberikan antibiotik melalui infus di rumah sakit sesuai dengan jenis antibiotik yang cocok dengan anak.
Sebelum semakin parah memang sebaiknya ayah dan bunda segera menanganinya. Jika dirasa belum juga sembuh, bisa membawa anak pergi ke dokter agar dapat segera didiagnosis apakah anak mengalami radang amandel atau tidak. Semakin cepat memberikan tindakan, semakin cepat anak akan sembuh. Peringatan pula bagi kita selaku orang tua untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan lebih baik tidak mengajak anak disaat ayah/ bunda sedang sakit atau menjenguk orang sakit. Karena akan berdampak pada kesehatan anak jika daya tahan tubuh anak sedang rendah.




No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas