![]() |
| MELATIH ANAK BERAKTIVITAS MANDIRI |
MELATIH ANAK BERAKTIVITAS MANDIRI
Memiliki balita yang sedang
aktif-aktifnya itu memang luar biasa melelahkan. Bahkan seringkali pekerjaan
rumah banyak yang keteteran lantaran sibuk mendampingi si kecil beraktivitas.
Hal itu saya rasakan juga ketika bersama Alifa, putri sulung saya. Banyak
sekali pekerjaan rumah saya yang terpaksa tidak tereksekusi sempurna lantaran
ia seringkali minta ditemani bermain dan belajar. Bahkan, ini apa yang saya
rasakan secara pribadi ya, bermain bersama Alifa seorang diri jauh lebih capek
rasanya dibandingkan ketika ada teman-teman klubnya datang ke rumah.
Itulah. Justru yang saya rasakan
sebaliknya. Kalau bersama Alifa sendiri saja, rasanya waktu tidak habis-habis.
Mana bisa saya duduk sebentar atau berbaring-baring karena ngantuk? Alifa pasti
sudah mengusik saya dengan berbagai macam pertanyaan dan permintaannya.
Sedangkan bila ada temannya, saya malah justru punya waktu untuk beristirahat
barang sejenak, karena anak-anak ini bisa bermain bersama.
Akhirnya, saya pun memutuskan untuk
melatih Alifa beraktivitas mandiri. Apalagi sebentar lagi adiknya lahir. Mau
tidak mau, saya harus melatihnya untuk lebih mandiri dalam berkegiatan.
Bagaimana caranya?
1. Atur tempat mainan dan perlengkapan
belajarnya
Saya pun mulai menyusun mainan dan
perlengkapan belajar Alifa di tempat yang dapat ia jangkau sendiri.
Barang-barang yang paling sering ia gunakan dalam beraktivitas semua saya
letakkan di tempat yang mudah diakses. Saya sediakan rak khusus penyimpanan
APE, rak buku kecil, juga box-box kecil tempat menyimpan mainan sesuai dengan
tema. Dengan demikian, Alifa tidak lagi berteriak “bunda ambilin ini….bunda
ambilin itu…”. Eh, tak hanya khusus untuk bermain dan belajarnya saja sih.
Untuk perlengkapan makan, minum, dan pakaiannya pun sebaiknya juga diletakkan
di tempat yang mudah dijangkau olehnya.
2. Sediakan beberapa pilihan
aktivitas setiap harinya
Menjalani homeschooling memang butuh
ide-ide baru setiap harinya. Itu yang saya rasakan. Agar tidak bingung mau
ngapain lagi selanjutnya, saya biasanya menyodorkan beberapa pilihan aktivitas
yang Alifa bisa memilihnya sendiri. Misalnya, hari ini bermain playdoh,
menggambar, belajar berhitung, mengerjakan worksheet, atau percobaan sains.
Jadi ketika dia memilih kegiatan yang bisa saya tinggal sesaat, saya biarkan ia
main sampai bosan. Sementara saya bisa menyelesaikan cucian atau menjemur.
Terkadang, sambil menemaninya menggambar dan membuat craft, saya bisa
menyetrika.
3. Libatkan dalam aktivitas kita
Melibatkan anak dalam menyelesaikan
pekerjaan rumah juga bagian dari pendidikan lho. Alih-alih kita menyediakan
tontonan atau membiarkannya berlama-lama di depan komputer atau TV, ajak saja
ia membantu. Misalnya, membantu di dapur, ikut mainan sabun saat mencuci,
membantu saat menyetrika. Anak-anak biasanya justru senang dilibatkan dalam
kegiatan-kegiatan seperti itu. Alifa juga sama. Malahan seringkali ia
menawarkan diri untuk menyemprotkan parfum laundry dan menyimpan pakaiannya
yang sudah disetrika. Walaupun yaaa…memang harus ekstra sabar mengajarinya dan
menanggapi keceriwisannya.
4. Selalu motivasi agar ia mau
beraktivitas sendiri
Alifa yang super ceriwis itu
seringkali bertanya, “kenapa bunda nggak main sama aku?” atau “kok nggak
selesai-selesai sih kerjaan bunda?”. Hoho…Jadilah saya sering-sering
memotivasinya untuk mau ditinggal sebentar saat saya harus menyelesaikan
pekerjaan saya. Anak-anak itu sebenarnya mudah kok diajak bekerja sama. Asalkan
kita mau bersabar memberinya pengertian.


No comments:
Post a Comment